| Artikel |
| |
Majalah
Teknik Jalan dan Transportasi, No. 107 Januari 2006 Tahun XXV
Penanganan Prasarana Jalan Tahun 2006
Prasarana jalan sangat diperlukan terutama untuk mendukung kegiatan
sosial dan ekonomi, untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di
berbagai pelosok, khususnya di wilayah terpencil dan masyarakat
miskin baik di perkotaan maupun di pedesaan, menunjang kelancaran
mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi ...
selengkapnya
... |
|
Majalah
Teknik Jalan dan Transportasi, No. 107 Januari 2006 Tahun XXV
Upaya
Peningkatan Profesionalisme SDM Bidang Jalan di Ditjen Bina Marga
Ketertinggalan
Negara kita dalam penyediaan infrastruktur jalan dibandingkan dengan
negara-negara lain di dunia, Asia dan bahkan di Asia Tenggara tidaklah
terbantahkan lagi. Berdasarkan fakta jelas kondisi tingkat pelayanan
infrastruktur jalan kita lebih rendah dibandingkan Singapura, Malaysia,
Thailand di Asia Tenggara. Kondisi ini tentunya mernbuat kita para
pelaku penyelenggaraan ...
selengkapnya
... |
|
Majalah
Teknik Jalan dan Transportasi, No. 107 Januari 2006 Tahun XXV
Paradigma Baru yang Tertuang pada UU No. 38
Tahun 2004 Tentang Jalan
Berbeda
dari UU No. 13/1980 yang di dalamnya wewenang pembinaan jalan diberikan
kepada Pemerintah (Pusat) dan kemudian sebagian wewenang tersebut
diberikan kepada pemerintah daerah melalui proses penyerahan wewenang,
UU No. 38/2004 telah memberikan wewenang penyelenggaraan jalan secara
tegas kepada Pemerintah (Pusat) dan pemerintah daerah tanpa melalui
proses penyerahan wewenang sekalipun UU ini juga mengatur penyerahan
sebagian wewenang Pemerintah kepada pemerintah daerah seperti penyerahan
sebagian wewenang pembangunan Jalan Nasional yang dapat dilaksanakan
kepada pemerintah daerah.
selengkapnya
... |
|
Majalah
Teknik Jalan dan Transportasi No. 107 Januari 2006 Tahun XXV
Air
dan Bencana bagi Konstruksi Jalan
Air
adalah kawan sekaligus musuh bagi konstruksi jalan dalam artian
kawan karena sangat diperlukan dalam kegiatan konstruksi jalan dan
musuh karena air merupakan salah satu perusak utama bagi konstruksi
jalan. Sering kita mendengar ungkapan bahwa musuh konstruksi jalan
adalah : pertama adalah air, kedua adalah air dan ketiga adalah
air pula; serta keempat dan seterusnya baru (perusak) lainnya (lalu-lintas,
pelaku konstruksi, pengelola, dll).
selengkapnya
...
|
|
Media
Indonesia Online, 20 Oktober 2005
Dampak Pembangunan Jalan Tol Pacu Pertumbuhan
Ekonomi Lokal
...
Hasil studi ini menyatakan jika dilihat dari elastisitasnya, apabila
stok jalan ditambah 10%, maka pembangunan infrastruktur jalan ini
akan mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 88%. Dengan kata lain,
kenaikan stok jalan sebesar 1% akan menaikkan pertumbuhan ekonomi
sebesar 8,8%. Berdasarkan pembagian kawasan barat dan timur, maka
dengan tingkat kenaikan stok jalan sebesar 10% akan menghasilkan
kepekaan sebesar 77% untuk kawasan Indonesia bagian barat (KBI)
dan 11% pada Indonesia bagian timur (KTI).
Selengkapnya... |
|
Penyusunan
Standar Bina Marga
Standarisasi mempunyai peranan yang penting
dalam optimasi pendayagunaan sumber daya untuk terwujudnya jaminan
mutu, khususnya dalam pembangunan prasarana dan sarana bidang pekerjaan
umum. Kegiatan standardisasi bidang pekerjaan umum berpedoman pada
Sistem Standardisasi Nasional (SSN) yang mencakup perumusan standar,
penerapan, kerjasama dan informasi standarisasi, metrologi dan akreditasi.
Selengkapnya...
|
|
www.kimpraswil.go.id
Pemerintah
Akan Dorong Teknologi Tepat Guna di Bidang Konstruksi
Menurut Menteri, pada satu sisi penerapan teknologi tinggi tetap
berjalan, namun harus tetap mempertahankan teknologi tepat guna
untuk menyerap tenaga kerja. "Kita akan bangun jalan pedesaan
dan kawasan tertinggal dengan menggunakan tenaga kerja sebanyak-banyaknya,
sedangkan untuk jalan dan jembatan menggunakan teknologi baru,"
ujarnya. Selengkapnya..
|
|
|